Hey Tamra (5) – QueenX

Hey Tamra! (5)

a

Author

QUEENX

Genre : FLUFF

Length : Series

The Cast :

Park Jimin

OC

 

Rating : Teen

 

Sebelumnya di HEY TAMRA!

Sudah menjadi pemandangan yang sangat biasa kalau di dalam angkatannya, tampaknya Tamra seoranglah yang tidak memiliki satu pun teman. Mungkin ada yang mengasihaninya, tidak hanya satu atau dua orang saja. Tapi untuk berteman dengannya, mereka pasti akan berpikir lebih dari dua kali. Bagaimana popularitas mereka kelak dan apa jadinya anak berkelas seperti mereka bergaul dengan keponakan dari seorang pemilik klub malam dan memiliki hidup yang biasa saja.

Mungkin memang hanya Jimin, satu-satunya makhluk di dunia yang bahkan rela membuang waktu berharga dan suaranya demi menyapa Tamra. Kalaupun ada, paling-paling menyapa Tamra hanya untuk sekedar meminta tolong membantu membersihkan kelas saat mereka harus satu kelompok piket dengannya. Sekali lagi, Tamra sudah terbiasa dengan semua perlakuan itu. Tatapan benci, tatapan jijik, bahkan tatapan ingin membunuh sudah menjadi konsumsi sehari-harinya. Bukan hanya di lingkungan sekolah, di lingkungan rumahnya, Tamra dan bibinya juga selalu menjadi bahan gunjingan.

Aku tidak peduli apa kata orang. Kita hidup bukan karena mereka, kita bernapas bukan juga karena oksigen dari mereka. Hidup dengan memikirkan cibiran mereka bisa membuat umurku berkurang. Lebih baik aku memikirkan hidupku, apa yang akan kita makan nanti malam, dan memikirkan masa depanmu. Mulai saat ini aku hanya akan hidup dengan tiga prinsip itu.”

Bibi Tamra selalu berkata seperti itu untuk menenangkan Tamra yang selalu menangis ketika saat masih SMP dulu mendapatkan perlakuan yang tidak adil oleh teman-teman sekelasnya. Bahkan saat keluar dari rumah, ada yang iseng melemparinya dengan telur busuk tanpa sebab yang jelas. Bibi Tamra usianya lebih tua lima belas tahun dari Tamra, di usianya yang terbilang menjelang menua, bibi Tamra tetap hidup dengan bahagia dan tidak ambil pusing dengan cibiran di sekitarnya. Jika bibinya saja bisa, mengapa Tamra tidak? Itulah prinsip yang selalu Tamra pegang dan menguatkannya sampai saat ini.

Saat ia masuk ke dalam kelas, betapa terkejutnya Tamra melihat bangkunya yang kini penuh dengan siswa perempuan. Di sebelah bangkunya, duduk Jimin sambil bercanda dengan mereka. Tamra kemudian memilih untuk menunggu di luar kelas hingga bel masuk berbunyi. Mana mungkin Tamra berani mengusir mereka, yang ada nanti mereka akan menyiksa Tamra saat bel istirahat berbunyi dan mungkin menguncinya di gudang sekolah sampai besok pagi. Itu bahkan masih kejahatan yang bisa dimaafkan. Mungkin saja ide jahat mereka lebih sadis dari apa yang Tamra bayangkan.

“Apa yang dia lakukan di luar?” bisik salah satu teman sekelas Tamra.

“Jangan-jangan dia berencana untuk membolos.” Ucap salah seorang lagi.

“Sudahlah, untuk apa kalian mempedulikannya. Ayo masuk.”

Kemudian ketiga teman sekelas Tamra langsung masuk ke dalam kelas. Sebenarnya, sekuat apapun Tamra mencoba untuk menahannya, ia pasti memiliki titik lelahnya juga. Mungkin karena sudah terlalu sering menangisi nasib buruk yang terus menimpa dirinya, jadi sekarang cukup sulit untuknya meneteskan air mata padahal hatinya benar-benar sakit atas perlakuan semena-mena dan cibiran yang ia dapatkan dari orang di sekelilingnya. Setidaknya, jika tidak peduli padanya, Tamra tetap berharap mereka memandang Tamra seperti biasanya, seperti mereka memandang teman sebayanya. Bukan seperti tengah berada di dekat sampah yang berbau sangat tidak sedap dan harus dihindari begitu melihatnya.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

Satu respons untuk “Hey Tamra (5) – QueenX

Write Your Comment Customers

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s